Di album terbarunya, musisi soul/R&B asal Pamulang ini menghubungkan kehilangan, harapan, dan kerinduan pada masa kecil—dengan “On & On” sebagai salah satu pintu masuk.
Tumbuh dewasa sering kali berarti belajar hidup dengan hal-hal yang belum selesai: kehilangan yang masih terasa, harapan yang berubah bentuk, atau keinginan untuk kembali pada masa ketika semuanya tampak lebih sederhana. Gavendri membawa pengalaman tersebut ke Sympathy/Empathy, album yang berangkat dari perjalanan personalnya menjalani kehidupan dewasa.
Penyanyi dan penulis lagu asal Pamulang, Tangerang Selatan, ini menempatkan soul/R&B sebagai ruang untuk membicarakan pertumbuhan dan penerimaan. Dalam materi persnya, Gavendri mengharapkan album tersebut dapat menemani pendengar yang sedang menghadapi dinamika kehidupan mereka sendiri.
Growing up, staying curious.
“On & On” dan Keinginan Kembali Menjadi Anak-anak
Salah satu lagu yang menjadi fokus adalah “On & On”. Menurut keterangan pers, lagu ini lahir dari kerinduan pada masa kanak-kanak, ketika hidup terasa lebih sederhana dan tuntutan belum sebanyak sekarang.
Kerinduan itu juga membawa gagasan untuk menjaga harapan dan rasa ingin tahu. Di tengah proses menjadi dewasa, ada bagian dari diri saat kecil yang masih ingin dipertahankan: kemampuan untuk membayangkan kemungkinan, mencoba sesuatu, dan melihat dunia tanpa merasa harus punya semua jawabannya.
Gagasan tersebut akan diteruskan lewat video musik yang direncanakan melibatkan murid-murid Gavendri. Terinspirasi dari film Linda Linda Linda, video itu diarahkan pada suasana ceria, sederhana, dan penuh nostalgia.
Ketika Musik Bertemu Ruang Belajar
Pilihan untuk mengajak murid-muridnya memberi hubungan yang dekat dengan keseharian Gavendri. Di luar bermusik, ia mengajar teater musikal Broadway untuk anak-anak. Musik dan pendidikan hadir sebagai dua aktivitas yang saling bersinggungan dalam hidupnya.
Keterlibatannya di komunitas freestyle hip-hop dance A Vibe Called Love Jakarta turut memperluas ruang eksplorasi tersebut. Dari menulis lagu, mengajar, hingga bergerak bersama komunitas tari, praktik artistiknya bertemu dengan orang-orang dan bentuk ekspresi yang berbeda.
Konteks ini membuat cerita di balik “On & On” terasa personal. Saat menulis tentang keinginan kembali menjadi anak-anak, Gavendri juga berada di lingkungan tempat rasa ingin tahu itu terus tumbuh lewat proses belajar dan berkarya.
Menerima Fase yang Terus Berubah
Sympathy/Empathy diproduseri Muhammad Luthfi Adianto (Melon), dengan mixing dan mastering oleh Mochamad Iqbal Prabowo (Macdalen). Foto artwork albumnya dikerjakan Juan Akbar.
Album ini melanjutkan perjalanan Gavendri setelah EP Tired dan sejumlah single, termasuk kolaborasinya bersama Tuantigabelas, “The Party Is Over”. Dalam keterangan pers, kehilangan, pertumbuhan, dan harapan disebut sebagai tema yang mengikat materi album.
Melalui tema-tema tersebut, Gavendri membuka ruang untuk mengenali pengalaman yang mungkin juga sedang dijalani pendengarnya. Ada masa lalu yang dirindukan, kehidupan sekarang yang perlu dihadapi, dan kemungkinan yang masih ingin dijaga.
Di antara semuanya, “On & On” menawarkan titik berangkat yang dekat: membawa sedikit rasa ingin tahu dari masa kecil ke dalam hari-hari yang semakin dewasa.
On our radar: Gavendri, Sympathy/Empathy.
Artikel berdasarkan siaran pers Gavendri. Foto: materi pers Gavendri.
On our radar · Listen
Gavendri — On & On
A little sound to go with the story.