Winky Wiryawan, Panji Ndrio, dan Bowie Champa memperkenalkan trio mereka lewat remix resmi lagu Hindia, melanjutkan eksperimen yang tumbuh dari cover di media sosial.
Ada lagu yang sudah akrab di telinga, lalu kembali mengundang rasa ingin tahu ketika berpindah tangan. Neo Funk Therapy memilih “Kita Ke Sana” milik Hindia sebagai titik perkenalan: sebuah komposisi familiar yang mereka bawa ke pendekatan funk.
Trio yang terdiri dari Winky Wiryawan, Panji Ndrio, dan Bowie Champa ini merilis “Kita Ke Sana – NFT Remix” melalui HALOS Records pada 25 September 2026. Menurut materi persnya, rilisan perdana tersebut telah mendapat izin resmi untuk mengolah kembali karya Hindia.
Familiar song, different groove.
Dari Eksperimen Santai ke Rilisan Resmi
Neo Funk Therapy berawal dari Winky dan Panji yang mengaransemen ulang lagu-lagu favorit mereka. Referensinya melintasi generasi, mencakup musik lokal dan internasional, dengan funk sebagai benang penghubung.
Video cover dan remix yang diunggah ke media sosial mendapat respons positif dari pendengar. Dari sana, eksperimen yang awalnya berjalan santai mulai diarahkan menjadi proyek musik dengan rilisan resmi. Bowie kemudian bergabung, melengkapi formasi mereka sebagai trio.
Perjalanan itu memperlihatkan bagaimana sebuah proyek bisa menemukan bentuk melalui pertemuan antara selera para musisinya dan respons orang-orang yang mendengarkan. Lagu yang dipilih, cara mengolahnya, hingga keputusan untuk meneruskan eksperimen menjadi bagian dari proses tersebut.
Funk sebagai Titik Berangkat
Dalam materi persnya, Neo Funk Therapy menyebut disco, house, rock, dan nuansa psychedelic sebagai wilayah yang ingin mereka jelajahi. Funk menjadi titik berangkat untuk mempertemukan berbagai pengaruh itu.
“Kita Ke Sana” sebelumnya sudah mereka bawakan dalam konten performa. Pemilihannya sebagai single perdana meneruskan hubungan yang telah terbentuk dengan pendengar, sekaligus memperkenalkan arah musikal trio ini lewat materi yang mudah dikenali.
Pendekatan mereka bertumpu pada upaya memberi karakter baru sambil menjaga identitas lagu. Seperti dijelaskan para personelnya dalam keterangan pers:
“Mengambil sesuatu yang sudah familiar bagi pendengar, kemudian membawanya ke dalam dunia Neo Funk Therapy tanpa kehilangan karakter dari karya aslinya.”
Di sini, remix menjadi ruang pertemuan antara karya Hindia dan cara Neo Funk Therapy membaca ulang musik yang mereka sukai. Familiaritas memberi pintu masuk; keputusan aransemen memberi kesempatan untuk mengenal siapa yang berada di balik versi barunya.
Perkenalan yang Masih Terbuka
Sebagai rilisan pembuka, “Kita Ke Sana – NFT Remix” memberi konteks pada proyek yang sebelumnya hadir melalui layar dan potongan performa. Kini, eksperimen tersebut punya bentuk resmi untuk diperkenalkan kepada lebih banyak pendengar.
Neo Funk Therapy juga menyebut telah menyiapkan materi lanjutan. Detailnya belum dijabarkan dalam keterangan pers, sehingga single ini menjadi titik awal untuk mengikuti bagaimana pertemuan tiga musisi tersebut berkembang.
Dari lagu-lagu favorit menuju bahasa musikal bersama, perjalanan Neo Funk Therapy masih terbuka. “Kita Ke Sana” menjadi undangan pertamanya.
On our radar: Neo Funk Therapy.
Artikel disusun berdasarkan materi pers Neo Funk Therapy / HALOS Records. Foto: materi pers Neo Funk Therapy.